1.K.Hajar
Suwardi
Suryaningrat, demikian nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah putera
kedua dari KPH Suryaningrat (cucu Paku Alam III), lahir di Yogyakarta
pada tanggal 2 Mei 1889. Setelah genap 40 tahun ia diganti nama Ki Hajar
Dewantara. Ia memasuki sekolah rendah Belanda dan kemudian pindah ke
OSVIA di Magelang. Berbagai macam pekerjaan telah dicobanya. Dari
menjadi pegawai pabrik gula di Banyumas, pindah menjadi pegawai di
apotek Rathkamp (Raja Farma), kemudian menjadi wartawan dan memasuki
gelanggang politik.
Karena
pendirian dan sikapnya yang tegas menentang penjajah Belanda, Ia dan
teman-temannya dibuang diluar Jawa, termasuk juga Cipta Mangunkusuma,
dibuang di Bandaria, Dr.Ernest Francois Eugene Deuwes Dekker diasingkan
ke Timor Kupang, sedang Ia sendiri harus menjalani pengasingan ke
Bangka. Kemudian ketiganya dibuang ke Belanda, disitulah Suwardi
Suryaningrat memperdalam soal-soal pendidikan.
Pada
tahun 1919 ia dikembalikan ke Indonesia (oleh Pemerintah Belanda),
kembali ketanah air tetap meneruskan perjuangannya. Beliau menjabat
sebagai Sekretaris Pedoman Besar NIP (National Indische Partij) dan juga
sebagai redaktur surat kabar De Beweging, Persatuan dan Penggugah. Dua
tahun kemudian ia menjabat guru sekolah Adidharma, suatu perguruan yang
didirikan oleh kakaknya sendiri yang bernama Raden Mas Suryapranata.
Pada tanggal 3 Juli 1922 Suwardi Suryaningrat mendirikan yayasan
Perguruan Nasional taman siswa, di Yogyakarta. Pada permulaannya,
didirikannya Taman Indria (TK) dan kursus guru. Kemudian dalam
perkembangannya dikuti dengan didirikannya Taman Muda (Sekolah Dasar)
dan pada tanggal 7 Juli 1924 didirikanlah bagian Mulo-Kweekschool
(Taman Dewasa merangkap taman guru). Lama pelajaran tingkat ini adalah 4
tahun setelah Taman Muda. Demikianlah lembaga- lembaga pendidikan yang
didirikannya semakin meluas dan berkembang, sehingga Taman Siswa
mempunyai taman Indria, Taman Muda, Taman Dewasa, Taman Madya, Taman
Guru, Pra Sarjana dan Sarjana Wiyata.
Pada tanggal 3 februari 1928, genap berusia 40 tahun, ia berganti nama yang kemudian menjadi sangat tenar.
3.Kyai H. Ahmad Dahlan

Ahmad
Dahlan adalah orang yang mendirikan organisasi Islam pada tahun 1912 di
Yogyakarta, yang kemudian berkembang menjadi pendidikan agama islam.
Pendidikan Muhammadiyah ini sebagian besar memusatkan diri pada
pengembangan agama Islam. Asas pendidikannya adalah islam dengan tujuan
mewujudkan orang-orang yang berakhlak mulia, cakap, percaya kepada diri
sendiri, dan berguna bagi masyarakat serta negara.
Ada 5 butir yang dijadikan dasar pendidikan yaitu:
- Perubahan cara berpikir, ialah kesediaan jiwa berdasarkan pemikiran untuk mengubah cara berpikir dan bertindak dari kebiasaan lama yang kurang tepat, untuk mencapai tujuan pendidikan.
- Kemasyarakatan, artinya janganlah hanya mengembangkan aspek individu saja, melainkan juga aspek kemasyarakatan, agar pengembangan individu dan kemasyarakatan berimbang.
- Aktivitas, anak harus menggunakan aktiviotasnya sendiri untuk memperoleh pengetahuan. Dan harus pula melaksanakan serta mengamalkan semua hal yang telah diketahuinya.
- Kreativitas ialah untuk memperoleh kecakapan, keterampilan, dan kiat guna menghadapi situasi baru secara tepat dan cepat.
- Optimisme, anak-anak diberi keyakinan bahwa melalui pendidikan cita-cita mereka akan tercapai, asal dengan semangat dan berdedikasi mengerjakannya sesuai dengan yang digariskan oleh Tuhan.
Dan fungsi lembaga pendidikan ciptaan Ahmad Dahlan adalah sebagai berikut :
a. Sebagai alat dakwah, baik kedalam maupun keluar anggota organisasi Muhammadyah.
b. Tempat pembibitan dan pembinaan kader, yang dilaksanakan secara sistematis dan selektif sesuai dengan kebutuhan.
c. Merupakan wahana untuk melaksanakan amal para anggota organisasi.
d. Mensyukuri
nikmat Tuhan, artinya apa pun kemampuan anak-anak, pendidik harus
memberi kesempatan berkembang, menjaga, dan merawatnya dengan
sebaik-baiknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar